Arsip Kategori: Asia

SEBELUM BERLIBUR KE KOREA, ADA BAIKNYA KAMU MEMAHAMI BUDAYA MEREKA TERLEBIH DAHULU

Industri hiburan dunia sudah memasuki ke Indonesia dari jaman dahulu. Semakin banyaknya industry yang masuk, membuat kita jadi mengenal bagaimana budaya mereka. Korea Selatan sendiri memiliki industry hiburan yang baik, bahkan banyak orang Indonesia yang mengagung-agungkan negara Korea

Selain itu Korea juga menjadi salah satu trend setter orang-orang Indonesia dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari. Makanya banyak orang Indonesia yang ingin sekali bisa berlibur ke Korea untuk mengetahui bagaimana kehidupan asli disana. Tapi tunggu dulu guys, sebelum kalian memutuskan untuk kesana, sepertinya kalian harus belajar dulu deh bagaimana budaya-budaya mereka mulai dari cari berpakaian, komunikasi dan juga kalian harus tau bagaimana karakter orang-orang Korea agar kalian gak kaget.

Tanpa berlama-lama lagi, langsung aja yuk simak dulu!

Kita mulai dari bahasa Korea. Bahasa Korea ini memiliki susunan dan struktur kata yang mirip dengan bahasa Jepang. Bahasa yang digunakan di Korea pun tentunya hampir sama dengan Indonesia dimana ada bahasa formal dan informal. Lalu ada beberapa bahasa yang dibedakan bila kita berkomunikasi dengan orang yang lebih tua atau orang yang terhormat.

Selanjutnya di Korea pun terdapat tradisi saat salam atau menyapa. Budaya yang sering dan wajib diterapkan saat memberi salam yaitu dengan cara membungkukan badan. Dari yang tua hingga yang muda, semua melakukan tradisi ini. Pada bagian menyapa, biasanya para lelaki sering kali menjabat tangan dengan tangan kiri menopang tangan kanan sembari membungkukan badan. Hal ini sih udah gak heran ya guys karena pasti kalian udah liat di drakor kan?

Untuk cara berkomunikasi pun mereka memiliki keunikan tersendiri. Dimana seseorang yang mengatakan ‘tidak’ dalam suatu percakapan dianggap memiliki etika yang buruk. Terus harus jawab apa selain itu? kita bisa menggunakan bahasa lain atau cara menolak dengan yang lebih halus. Karena sopan santun sangat diutamakan disana.

Ohiya bagi kamu yang berlibur ke Korea, bila kamu mau bertanya sesuatu atau meminta bantuan ke orang lain jangan sampai kamu menyentuh orang yang tak dikenal ya. Mau itu di bagian punggung atau tangan, jangan sampai itu terjadi. Bagi kalian yang kontak mata secara langsung dengan lama juga itu merupakan hal yang gak sopan dan bisa membuatnya risih.

Di Korea juga terdapat etika dalam memberi hadiah. Siapa sih yang gak seneng kalau di kasih hadiah? Nah jika seseorang diberi hadiah oleh orang lain, harus diterima dengan dua tangan dan membungkukan badan sebagai tanda ucapan terimakasih. Lalu hadiah tersebut jangan langsung dibuka sebelum orangnya pergi. Nah kamu pun harus bisa membalasnya dengan nilai yang serupa dan jangan lupa untuk di bungkus dengan packaging yang menarik.

Adat bertamu di Korea juga harus sangat diperhatikan dimana jika kamu diundang untuk bertamu jangan sampai terlambat, karena orang yang tepat waktu akan sangat di hormati. Biasanya jika bertamu ke orang lain akan selalu disuguhi makanan dan minum (menjadi pertanda bahwa kamu merupakan tamu kehormatan). Dan ada beberapa hal yang gak boleh dilakukan yaitu menuangkan minum sendiri. Karena tuan rumahlah yang akan menuangkan itu dihadapan kamu. Apalagi jika kita orang asing, harus benar-benar menjaga sopan santun dan ikuti tradisi mereka.

Nah jadi itu dia budaya atau tradisi dasar yang harus kamu ingat dan pelajari bila ingin berlibur ke Korea. Walaupun ini masih dasar, tapi setidaknya kamu bsia menghargai budaya mereka, jadi jangan sampai gak dilakukan ya guys!

ADAT BUDAYA PERNIKAHAN DAN SETELAH DI INDIA

Masih membahas soal India, negara yang satu ini hampir mirip dengan Indonesia, dimana sangat banyak budaya adat dan kebiasaan yang selalu dilakukan apalagi ketika menjelang pernikahan dan setelah menikah. Bahkan budaya ini akan terus ada hingga kedua pengantin itu memiliki buah hati. Kali ini kita akan bahas tentang budaya yang dilakukan saat pernikahan, artikel ini lanjutan dari artikel sebelumnya ya guys jadi make sure kalian baca dulu artikel sebelum ini.

Artikel terakhir kemarin kita membahas tentang upacara madhuparka, setelah itu biasanya ada budaya yang bernama Kanya Daan. Budaya yang satu ini juga merupakan salah satu upacara yang biasanya ada pada pernikahan. Kanya Daan mengartikan sebagai pelepasan pengantin perempuan dari orang tuanya dan mempercayakan semua kewajiban dan tanggung jawab kepada suaminya kelak. Acara ini biasanya digelar secara sacral dengan membacakan ayat pernikahan lewat baha sansekerta. Setelah acara selesai artinya sang suami sudah bisa menerima sebagai istrinya dan orang tua sudah merelakannya.

Selanjutnya ada Vivah Homa yang merupakan upacara suci. Gak semua agama menyelenggarakan upacara selain yang beragama Veda. Di upacara ini juga diadakan pembakaran herbal juga penyertaan dalam pembacaan ayat-ayat. Lalu acara Achaman dan Angasparsha pun dilakukan kembali dengan menyertakaa pengantin wanita.

Setelah acara tersebut selesai, dilanjut lagi dengan budaya yang disebut dengan Pani-Grahanam. Acara ini merupakan penerimaan pengantin wanita sebagai istri sahnya dengan simbol mengangkat tangan kanannya. Mereka pun membuat janji antara pasangan suami istri serta doa-doa untuk kelangsungan hubungan mereka agar sampai maut memisahkan.

Tak lupa juga mereka melakukan Pratigna Karanam yang merupakan sumpah setia dalam hubungan dengan simbol pengantin wanita dan pria pun harus berjalan di sekitar api. Lalu dilanjut dengan acara Shilarohanam yaitu simbol untuk kesetiaan dan serta kekuatan dalam menjalani rumah tangga. Karena sebuah pernikahan itu selalu ada up and downnya, senang dan susah, sakit dan sehat, maka dari itu mereka harus bisa menghadapi berbagai masalah secara bersama-sama dan tidak menyerah dalam menyelesaikan masalah tersebut. Budaya ini mengharuskan pengantin wanita melangkah ke batu dibantu dengan sang ibu. Dan yang terakhir ada upacara Laja Homa yang bersimbol sebagai doa sang istri untuk kebahagiaan, umur dan rejeki bagi sang suami.

Setelah menikah, pasti akan selalu moment pasangan pengantin baru memiliki buah hati. Di India pun tetap ada budaya-budaya yang harus dilakukan selama perawatan bayi. Yang pertama kali dilakukan yaitu Menyapu Madu  yang merupakan perawatan untuk bayi yang baru lahir. Menyapu madu merupakan proses pengolesan madu yang dicampur dengan minyak savvenai (campuran dari mambu, minyak bijan) kepada lidah bayi. Hal ini akan membuat lidah baik lebih kembuh dan juga sebagai doa agar bayi bisa cepat berbicara.

Lalu ada upcara Aalati yang merupakan proses tradisi pada bayi sebelum masuk ke rumah sebagai doa agar terhindar dari musibah. Pada upacara ini harus memutarkan kunyi, kapur sirih, arang, sebanyak 3 kali. Selanjutnya ada ritual ketika mandi, dimana bayi harus dimandikan menjelang petang dengan orang yang sudah berpengalaman dengan memakai air suam dan ramuan herbal. Dan terakhirnya harus melakukan pengasapan pada bayi, tujuannya agar bayi terhindar dari ruam dan proses ini menggunakan tepung beras. Sebenarnya setelah itu masih ada proses mendodoi dan melempar bayi. Acara ini biasanya dilakukan sebagai nasehat agar nantinya anak tersebut manjadi orang yang berguna dan juga mendapatkan keberuntungan.

Budaya atau Kebiasaan Masyarakat Korea Selatan

Kalau membicarakan mengenai Korea Selatan, sepertinya banyak hal yang bisa kita bahas. Seperti misalnya mengenai makanannya, hiburannya, dramanya, dan masih banyak hal lainnya. Nah, kali ini kami akan membahas mengenai budaya dari negeri ginseng tersebut.

Ternyata banyak, loh daya tarik yang dimiliki oleh Korea Selatan perilah budaya mereka. Hingga kini ternyata masih banyak keunikan budaya Korea Selatan yang kini mereka terapkan pada kehidupan sehari-hari.

Budaya Korea Selatan

1.Konsumsi Kimchi

Yang paling umum dan sepertinya banyak orang tahu adalah kebiasaan orang Korea untuk makan kimchi. Kimchi sendiri merupakan makanan dengan irisan sayur kubis yang sudah difermentasi, lalu ini akan dipadukan dengan cabe merah.

Rasa kimchi peda dan asam, ini cocok untuk dikonsumsi dengan makanan lain, seperti misalnya ayam goreng pedas, bibimbap, bahkan nasi goreng sekalipun.

Makanan sehat ini memiliki banyak lactobacilli, probiotik, yang memiliki khasiat baik dalam melancarkan metabolisme yang ada pada tubuh. Selain itu bumbu cabainya kaya akan nutrisi vitamin A dan vitamin C.

2. Menggunakan Hanbok

Mungkin jika sering menyaksikan acara-acara Korea Selatan, kita akan sering melihat para aktrinya menggunakan pakaian tradisional satu ini. Warna hanbok dari Korea Selatan cenderung cerah dan tidak terdapat Saku. Hanbok yang digunakan oleh para bangsawan biasanya dibedakan dari milik rakyat biasa, tetapi saat ini sudah tidak ada lagi sistem tersebut.

Sekarang masyarakat Korea Selatan menggunakan pakaian ini pada saat acara khusus, seperti misalnya saat pernikahan, ulang tahun, atau lainnya. Untuk wanita biasanya ditambah dengan menata rambut mereka menggunakan tusuk rambut, sedangkan untuk pria biasanya ditambah dengan rompi sebagai hiasan tambahan.

3. Hanok

Selain baju tradisional, Korea juga memiliki rumah tradisional, di mana jika kita melihat film-film Korea rumah dengan jenis ini masih bisa kita temukan. Selain itu rumah-rumah dengan jenis ini memiliki tampilan yang unik baik dari desain atau arsitekturnya.

Rumah Hanok sendiri dianggap mencerminkan hubungan di antara manusia dengan alam. Perhatikan saja bentuk bangunannya yang bisa membuat kita merasakan lebih sederhana juga tenang.

Meski di Korea kini sudah jarang ditemukan bangunan dengan jenis ini, tetapi hingga kini kita masih bisa menemukannya. Bahkan pemerintah Korea Selatan sengaja memugar desa yang terdapat banyak bangunan rumah Hanoknya. Dengan demikian desa-desa ini bisa juga sekaligus menjadi lokasi wisata.

4. Jajan Streetfood

Mungkin ini lebih mengarah pada kebiasaan masyarakat Korea Selatan yang gemar jajan di pinggir jalan Korea Selatan ketika pagi hari. Ini biasanya dilakukan sambil menuju ke tempat kerja atau sekolah.

Jajanan yang ada di Korea Selatan sendiri biasanya dijajakan dengan menggunakan mobil mobil terbuka atau dengan tenda. Selain itu ada juga yang menjajakannya dengan menggunakan rumah mereka serta menyediakan meja dan kursi.

Makanan-makanan yang dijual berbagai macam, ada odeng, tteokbokki, panekuk, dan masih banyak lainnya.

5. Beryeong Mud

Terakhir dan tidak kalah menarik ada Baryeong Mud atau festival lumpur, sebuah acara yang sudah dilakukan sejak tahun 1998. Keunikannya ini membuat banyak wisatawan yang tertarik untuk mengikuti acara ini. Lumpur sendiri dipercaya bisa memiliki khasiat yang baik untuk kulit.

Dalam festival ini akan banyak kegiatan yang dilakukan dalam lumpur, seperti misalnya gulat lumpur, pijat lumpur, akupunktur, dan masih banyak lainnya.

Nah, itulah beberapa budaya dan kebiasaan yang ada di Korea Selatan!

Kenali Keunikan dari Budaya Suku Baduy, Yuk!

Siapa yang mengenal suku Baduy? Salah satu suku dengan etnis Sunda pada wilayah Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Meski dikenal dengan nama Suku Baduy, tapi nyatanya mereka kurang suka dengan sebutan itu dan memilih untuk dipanggil dengan nama Urang Kanekes.

Wilayah suku Baduy di bagi menjadi 2 bagian, yaitu Baduy luar dan Baduy dalam. Yang membedakan mereka adalah penggunaan dari pengikat kepala juga warna baju yang masyarakatnya kenakan.

Untuk Baduy dalam, mereka lebih mempertahankan adat istiadat yang ada pada diri mereka. Mereka pun tidak menggunakan teknologi serta masih sangat berpegang teguh pada aturan serta adat istiadat yang berlaku.

Lalu sebaliknya, masuarakat yang ada di di Baduy Luar jauh lebih maju, karena mereka menerima paparan kehidupan modern. Selain itu mereka pun bisa bekerja di kota.

Para masyarakat suku Baduy menggunakan bahasa Sunda Banten. Tetapi karena banyaknya para wisatawan yang datang ke wilayah mereka, tidak jarang ditemukan orang Suku Baduy yang menggunakan bahasa Indonesia, bahkan ada juga yang berbahasa Inggris.

Mereka bisa menggunakan kedua bahasa ini karena mempelajarinya secara otodidak dengan mendengarkan percakapan dari para wisatawan yang berkunjung ke tempat mereka.

Itu karena Masyarakat suku Baduy tidak mengenyam pendidikan seperti masyarakat lainnya, tetapi karena banyak wisatawan yang berkunjung, ini menjadi mempengaruhi pada pendidikan mereka.

Para masyarakat Baduy Luar mereka sudah mulai menyekolahkan anak-anak mereka di SD negeri setempat. Namun, ada juga yang masih belajar bersama dengan ambu atau ibu. Meski yang dipelajari bersama dengan Ambu masih sebatas membaca dan angka, setidaknya mereka biki bisa mulai belajar dari para wisatawan yang datang.

Ada kepercayaan yang dipegang oleh para masyarakat suku Baduy, yaitu Sunda Wiwitan. Ini adalah sebuah kepercayaan terhadap nenek moyang. Tetapi kepercayaan mereka ini kini sudah mulai terpengaruh dengan agama, seperti Hindu, Budha, juga Islam.

Lalu, apa sih mata pencaharian dari masyarakat Suku Baduy? Biasanya mereka berladang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu banyak rumah-rumah yang memanfaatkan masyarakat yang datang dengan menjual makanan dan minuman untuk kebutuhan wisatawan.

Selain itu banyak juga yang menjual pernak-pernik khas Baduy yang menarik untuk para wisatawan, misalnya kain tenun, gula, masu, gelang, gantungan kunci, dan banyak lainnya.

Tak jarang mereka pergi ke Kota untuk menjual hasil kerja mereka. Bahkan para anak-anak yang ada di Baduy kini mulai diajari berjualan, mereka pun terkadang mengikuti para wisatawan sambil menjajakan minuman.

Tentunya ini sangat membuat terjadinya perubahan, khususnya untuk suku Baduy Luar. Mereka pun mulai untuk menggunakan kosmetik, alas kaki, sampai menggunakan obat-obatan.

Selain itu para suku Baduy luar mulai mengizinkan anak-anak mereka untuk bermain dengan mainan yang modern. Meski masih mandi di sungai dengan air yang mengalir, mereka sudah menggunakan peralatan mandi yang modern.

Salah satu Suku Baduy yang sangat terdampak dengan era Modernisasi ada di desan Gazebo, di sana banyak beberapa rumah yang memiliki senter dan lampu emergengy. Mereka sengaja menyediakannya untuk para wisatawan yang berkunjung ke desa mereka.

Jadi jangan heran jika berkunjung ke desa Baduy luar, di mana mereka sudah menggunakan pakaian biasa seperti T-Shirt modern. Bahkan mereka kini sudah tidak lagi menggunakan ikat kepala, sudah gunakan tas yang modern, jadi mereka kini mirip dengan masyarakat kota pada umumnya.

Tradisi Pemakaman Minahasa Waruga

Tradisi Pemakaman Minahasa Waruga

Waruga tidak lain adalah sebueh bentuk dari kuburan kuno orang Minahasa yang terbuat dari dua batu berbentuk segitiga serta kotak. Keberadaan cara pemakaman ini juga memberitahukan tentang kebudayaan dari Minahasa pada masa lampau pada masa itu.

Pada awalnya, waruga ini hanya dipakai sebagai penguburan dan pelaksanaan ritual kematian dalam kepercayaan pelambang seni masyarakat di Minahasa. Seperti pada masa kini, waruga dijadikan sebagai objek wisata serta pendidikan dan juga kebudayaan paling populer di Sulawesi Utara.

Waruga Tempat Pemakaman Orang Minahasa

Tradisi Pemakaman Minahasa Waruga

Sulawesi juga mempunyai tradisi unik dari suatu seni yakni pemakaman nya yakni Waruga. Konon katanya tradisi ini sudah digunakan dari jaman masehi namun lambat laun kegiatan ini sudah hilang keberadaan  nya. Tradisi pemakaman ini memiliki cara yakni jenazahnya dimasukin ke dalam batu besar dan itulah yang kita sebut dengan sebutan Waruga.

Waruga memiliki dua arti yaitu waru (rumah) dan ruga (makna badan). Jika kita artikan bersama sama itu adalah suatu tempat atau badan yang dimana roh tersebut telah kembali kepada Sang Pencipta.

Waruga juga memiliki situs judi slot terbaik dan terpercaya no 1 arti di setiap ornamen ornamen yang beragam yaitu manusia, tanaman, hewan dan bentuk geometri. Beberapa motif berupa manusia diukir dengan berbagai peristiwa kehidupannya, seperti melahirkan, menari dan berpakaian.

Motif tanaman menghadirkan suatu gambaran dari buah-buahan, pepohonan, dedaunan dan bunga matahari nya. Motif hewan itu sendiri juga memiliki arti yang juga menampilkan ukiran berbentuk ular, anjing dan anoa. Sedangkan motif geometri menampilkan bentuk tumpal, pilinan ganda dan meander

Bentuk Apresiasi Masyarakat Terhadap Waruga

Salah satu bentuk apresiasi masyarakat Sulawesi Utara adalah dengan menjaga serta merawat Waruga itu sendiri. Dan tidak tanggung tanggung, ada seorang bandar judi online terbesar di Indonesia juga menyumbangkan dana nya terhadap situs pariwisata tersebut. Selain menjadi tempat untuk bermain judi online, beliau juga turun langsung terhadap bantuan berupa alat agar Waruga itu tetap awet dan tidak punah keberadaan nya. Sebagai salah satu kepala bagian keuangan disana, bapak tersebut juga menjadi salah satu situs judi online resmi yang memang dikenal dengan rasa dermawan nya.