Arsip Tag: Wayan Limbak

Mengenal Tarik Kecak Bali Asal Indonesia

Mengenal Tarik Kecak Bali Asal Indonesia

Kecak adalah pertunjukan tari dari Indonesia paling populer dramatari seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terlebih oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama spesifik menyerukan “cak” dan mengangkat ke-2 lengan, melukiskan kisah Ramayana kala barisan kera menunjang Rama melawan Rahwana. Namun, Kecak berasal berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya dapat berada pada kondisi tidak sadar[1], lakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan lantas memberikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Sejarah Tari Kecak dari Bali

Mengenal Tarik Kecak Bali Asal Indonesia

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur mengelilingi pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa. Lagu tari Kecak diambil alih berasal dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Sekitar th. 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini kala berkeliling dunia dengan rombongan penari Bali-nya.

Pertunjukan Tari Kecak

Dalam pertunjukannya, tarian di mulai dengan pembakaran dupa, lantas para rombongan pengiring memasuki panggung sambil mengumandangkan kata “cak..cak.. cak”. Kemudian mereka membentuk sebuah barisan melingkar, yang di tengah-tengahnya digunakan untuk menari. Dalam pertunjukan Tari Kecak ini penari memerankan lakon-lakon dalam cerita Ramayana, seperti Rama, Shinta, Rahwana, dan tokoh-tokoh lainnya.

Gerakan dalam tarian ini tidak sangat terpaku pada pakem, agar penari lebih luwes dalam bergerak dan fokus pada jalan cerita saja. Kadang-kadang ada terhitung sebagian adegan lucu yang diperagakan para penarinya. Selain itu {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} adegan yang atraktif terhitung ditampilkan seperti permainan api dan atraksi lainnya. perihal inilah yang menyebabkan Tari Kecak memiliki kesan sakral tapi terhitung menghibur.

Pengiring Tari Kecak

Tari Kecak ini merupakan tidak benar satu kesenian drama tari yang sangat unik. Berbeda dengan kesenian pada umumnya, dalam pertunjukan Tari Kecak tidak memanfaatkan alat musik apapun. Tari Kecak ini hanya diiringi oleh nada teriakan bagian yang mengelilingi penari dan nada kerincing yang diikatkan di kaki para penarinya. Untuk bagian pengiring nada tersebut umumnya terdiri berasal dari 50 orang atau lebih. Dalam bagian pengiring tersebut terhitung terdiri berasal dari bagian yang bertugas sebagai, pengatur nada, penembang solo, dan Dalang yang menyesuaikan jalannya cerita.

Kecak adalah pertunjukan tari dari Indonesia paling populer dramatari seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terlebih oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama spesifik menyerukan “cak” dan mengangkat ke-2 lengan, melukiskan kisah Ramayana kala barisan kera menunjang Rama melawan Rahwana. Namun, Kecak berasal berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya dapat berada pada kondisi tidak sadar lakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan lantas memberikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Sejarah Tari Kecak dari Bali

Mengenal Tarik Kecak Bali Asal Indonesia

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur mengelilingi pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa. Lagu tari Kecak diambil alih berasal dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Sekitar th. 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak selaku pemilik agen sbobet resmi di Indonesia inilah yang memopulerkan tari ini kala berkeliling dunia dengan rombongan penari Bali-nya.

Pertunjukan Tari Kecak

Dalam pertunjukannya, tarian di mulai dengan pembakaran dupa, lantas para rombongan pengiring memasuki panggung sambil mengumandangkan kata “cak..cak.. cak”. Kemudian mereka membentuk sebuah barisan melingkar, yang di tengah-tengahnya digunakan untuk menari. Dalam pertunjukan Tari Kecak ini penari memerankan lakon-lakon dalam cerita Ramayana, seperti Rama, Shinta, Rahwana, dan tokoh-tokoh lainnya. Gerakan dalam tarian ini tidak sangat terpaku pada pakem, agar penari lebih luwes dalam bergerak dan fokus pada jalan cerita saja. Kadang-kadang ada terhitung {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} adegan lucu yang diperagakan para penarinya. Selain itu {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} adegan yang atraktif terhitung ditampilkan seperti permainan api dan atraksi lainnya. perihal inilah yang menyebabkan Tari Kecak memiliki kesan sakral tapi terhitung menghibur.

Pengiring Tari Kecak

Tari Kecak ini merupakan tidak benar satu kesenian drama tari yang sangat unik. Berbeda dengan kesenian pada umumnya, dalam pertunjukan Tari Kecak tidak memanfaatkan alat musik apapun. Tari Kecak ini hanya diiringi oleh nada teriakan bagian yang mengelilingi penari dan nada kerincing yang diikatkan di kaki para penarinya. Untuk bagian pengiring nada tersebut umumnya terdiri berasal dari 50 orang atau lebih. Dalam bagian pengiring tersebut terhitung terdiri berasal dari bagian yang bertugas sebagai, pengatur nada, penembang solo, dan Dalang yang menyesuaikan jalannya cerita.