Kimchii!!

Kimchi merupakan makanan khas dari Korea yang sebenarnya berasal dari Tiongkok. Makanan ini merupakan salah satu jenis asinan sayur yang merupakan hasil fermentasi dan diberi bumbu pedas. Sayuran ini setelah digarami dan dicuci, akan dicampur dengan bumbu yang terbuat dari udang krill, bawang putih, kecap ikan, jahe, dan bubuk cabai merah. Umumnya sayur yang digunakan untuk dibuat menjadi Kimchi adalah Sawi putih dan Lobak.

Di Korea sendiri, Kimshi selalu dihidangkan sebagai banchan atau lauk pauk sampingan yang paling umum. Selain itu kimchi juga kerap kali digunakan sebagai bumbu ketika memasak sup kimchi, nasi goreng kimchi, dan juga beragam masakan lainnya.

Literatur tertua yang membahas mengenai Kimchi adalah buku puisi Tiongkok dengan judul Sikyeong. Pada masa tersebut, Kimchi disebut dengan nama Ji, dan nantinya akan dikenal sebagai chimchae.

Bentuk awal Kimchi adalah asinan dengan warna hijau, sebelum cabai dikenal di Korea. Setelah dicampur dengan garam, sayuran seperti kubis setelah diberi garam lalu dimasukkan ke guci tanah liat. Ini dilakukan agar jika nanti musim dingin datang, mereka tetap memiliki sayuran segar.

Orang Korea baru mengenal adanya cabai ketika para pedagang dari Portugis yang datang dari Jepang datang ke Korea pada abad ke 16. Pedangan – pedagang ini menyebarluaskan cabai ke seluruh dunia.

Mereka berlayar melewati Tanjung Harapan di Afrika sampai di India pada tahun 1498 dan selanjutnya cabai yang berasal Amerika Selatan mereka bawa ke Asia dengan melalui berbagai pelabuhan di Afrika, atau bahkan mereka langsung menyebrangi Samudra Pasifik.

Di tahun 1540, para pedagang Portugis sudah berjualan di Indonesia dan cabai dibawa ke Tiongkok tak lama kemudian. Lalu mereka sampai di Jepang juga Korea pada tahun 1564 saat dilewati jalur perdagangan kapal Spanyol.

Sedangkan resep asinan sayuran dan labu ini sudah dimuat pada buku resep yang ada pada tahun 1670, namun kala itu masih belum menggunakan cabai. Dalam catatan sejarah di abad 17, dituliskan juga terdapat 11 jenis kimchi. Sedangkan untuk cabai yang menjadi bahan dari Kimchi baru populer bertahun – tahun kemudian.

Sebelum pada abad ke-19, kimchi hanya terbuat dari sayuran asli Korea karena kemungkinan besar Korea tidak mengenal sawi putih sampai di abad 19.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari mengkonsumsi Kimchi, apalagi makanan ini terbuat dari berbagai jenis sayuran, jadi mengandung kadar serat makanan yang tinggi tetapi rendah kalori. Makanan satu ini juga kaya akan vitamin A, B1, B2, kalsium, Zat besi, dan bahkan bakteri asam laktat yang baik untuk pencernaan. Bahkan Kimchi masuk ke dalam 5 makanan tersehat di dunia menurut majalah Health Magazine.

Di Korea sendiri terdapat lemari es yang dikhususkan untuk Kimchi. Hal ini dikarenakan sebagian besar orang Korea yang membuat kimchi dengan jumlah yang banyak saat mereka memanen sawi putih pada musim dingin, jadi membutuhkan lemari es untuk bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan kimchi untuk 1 tahun.

Saking sudah menjadi budaya di sana, biasanya orang Korea akan mengucapkan Kimchi ketika mereka berfoto. Hasilnya mereka akan menampilkan wajah yang tersenyum lebar saat di foto tersebut. Ini sama seperti orang – orang yang kerap kali menggunakan kata Cheese ketika hendak difoto.

Semoga dengan informasi ini, kami dapat membantu kalian untuk lebih mengetahui budaya – budaya yang ada di dunia!

Leave a Comment on Sejarah Kimchi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *