Singapura dan Adat Istiadatnya

 Singapura, banyak alasan kenapa orang ingin mengunjungi negara satu ini, baik itu dari sisi wisatanya, pendidikannya, kulinernya, kesehatan, dan masih banyak lagi. Untuk itu, jika hendak mengunjungi negara ini sebaiknya pahami dulu budaya dan aturan yang ada di sana, agar tidak gagap ketika menghadapi beragam aturan yang mungkin sangat berbeda dari negara kita.

Pengaturan yang ada di Singapura mungkin akan sangat membatasi gerak warga atau wisatawan agar tidak bisa bertindak sesuka mereka. Jika kita melanggar aturan yang ada, maka bisa berakibat kita mendapatkan sanksi tegas dari pemerintah.

Jadi bagi yang ingin berlibur ke Singapura sangat penting untuk memahami ada peraturan apa sak yang tidak boleh dilanggar. Oleh karena itu, mari kita ketahui bersama peraturan apa saja yang tidak boleh dilanggar di Singapura.

Aturan Ketat yang Ada di Negara Singapura

1.Jangan Buang Sampah Sembarangan

Mungkin sebenarnya aturan ini berlaku di negara mana pun, termasuk Indonesia. Namun, sepertinya aturan ini biasanya kurang ketat karena hukuman yang didapatkan juga tidak begitu membuat pelakunya jera. Nah, berbeda dengan di Singapura, karena jika kedapatan membuat sampah sembarangan, denda yang wajib dibayarkan tidaklah sedikit.

Untuk membuang sampah sembarangan, wajib membayar denda sebesar 300SGD, atau jika dirupiahkan kurang lebih 2,9 juta rupiah.

2. Jangan Menyeberang Sembarangan

Dengan kekuatan tangan ajaib, biasanya orang Indonesia menyeberang dengan sesuka hati. Tapi di Singapura, mereka memiliki aturan yang ketat mengenai lalu lintas. Kalau ingin menyeberang, pastikan menyeberang di zebra Cross dan menyeberang ketika lampu tanda menyeberang sudah hijau. Jika melanggar, wajib membayarkan denda sebesar 1,000 SGD, atau jika dirupahkan sekitar 10.7 juta rupiah. Namun jika tidak ingin membayarkannya, maka Anda dapat dipenjara selama 3 bulan.

3. Jangan Meludah Sembarangan

Meludah merupakan sebuah kebiasaan buruk yang tidak seharusnya dilakukan. Nah, di Singapura mereka ada cara untuk mengurangi kebiasaan buruk ini. Yaitu dengan memberikan denda bagi mereka yang kedapatan meludah sembarangan. Selain bisa menyebarkan penyakit, kalau di Singapura, mereka akan memberikan denda dengan jumlah yang sama dengan menyeberang sembarangan. Sangsi ini juga berlaku jika membuang ingus sembarangan.

4. Merokok Sembarangan

Di Indonesia, orang-orang lebih bebas untuk merokok di tempat umum. Meski sudah ada peraturan mengenai hal ini, namun sulit untuk mengendalikan para perokok. Kalau di Singapura, merokok di tempat umum sama saja dengan membuat kantongmu kosong. Karena denda yang diberikan untuk para perokok di tempat umum bisa mencapai 1,000 SGD.

5. Jangan Lupa Siram Toilet Umum

Pernahkah memasuki toilet umum lalu melihat toilet yang belum di siram? Nah, di Singapura akan ada denda bagi orang yang lupa menyiram toiletnya. Bukan hanya yang lupa saja, jika sudah menyiram namun belum bersih, tetap ada denda untuk hal itu.

6. Jangan Curi Wifi

Wifi merupakan hal yang sangat dicari-cari di berbagai tempat. Tetapi jika kamu mendapatkannya secara ilegal, lebih baik jangan lakukan itu, khususnya di Singapura. Karena ini masuk ke pelanggaran hukum dan bisa dikenakan denda 1,000 SGD.

7. Jangan Minum dan Makan di Transportasi Umum

Terakhir yang kami sampaikan adalah jangan sampai Anda konsumsi makan dan minum di tempat umum, karena ini bisa membuat Anda terkena denda. Makan dan minumlah di tempat yang sudah disediakan. Bukan hanya makanan berat saja, jangan juga ngemil ketika berada di tempat umum di sana.

Nah, itulah beberapa aturan ketat di Singapura yang wajib ditaati. Kalau sudah paham, kita siap untuk pergi ke Singapura!

Perbedaan Budaya antara Barat dan Timur

Budaya, sebuah cara hidup yang dimiliki bersama sekelompok orang dan diwariskan dari generasi sampai generasi. Ini terbentuk dari banyaknya unsur, termasuk dengan agama, politik, adat, bahasa, dan masih banyak unsur lain yang mempengaruhi bahasa. Terkadang, ada orang yang berusaha berkomunikasi dengan orang yang berbeda budaya, maka ia akan berusaha untuk menyesuaikan orang tersebut.

Lain tempat maka lain juga budaya yang ada di sana, kontras yang paling terasa adalah perbedaan antara budaya timur dan barat. Letak perbedaan antara dua budaya ini bisa dilihat dari etika yang ditunjukkan.

Budaya barat lebih dikenal sebagai budaya yang bebas, baik itu di dalam gaya berpakaian, pergaulan, sampai ke caranya dalam mengekspresikan diri. Mereka seakan tidak pernah malu dengan cara mereka mengekspresikan diri. Segala hal tidak begitu ketat, bahkan perilaku seks bukan lagi hal tabu yang bisa diperbincangkan. Meski demikian, mereka lebih dikenal sebagai masyarakat yang bersifat individualisme dan lebih mementingkan diri sendiri.

Di samping kebiasaan hidup mereka, ada juga hal lain, seperti kemajuan teknologi yang terasa pada berbagai sektor. Masyarakat yang menganut budaya barat memiliki prinsip time is Money, atau waktu adalah uang. Sehingga mereka benar-benar menghargai waktu.

Lalu bagaimana dengan budaya timur? Etika moral yang berada di budaya timur lebih ketat dibandingkan dengan budaya barat. Selain itu beragam adat istiadat masih dijunjung tinggi di timur, bahkan beberapa adat ada yang bersanding dengan hukum negara.

Cara berpakaian dan pergaulan yang ada di timur juga sangat berbeda, untuk berpakaian dituntut untuk menunjukkan kesopanan. Pakaian harus tertutup, tidak boleh terlalu terbuka. Dalam pergaulan juga tidak diperbolehkan untuk terlalu bebas dan yang merusak moral. Tetapi masyarakatnya dituntut untuk ramah dan bahkan tidak sungkan untuk bergotong-royong.

Sering kali mereka yang penganut budaya timur ini terlena akan waktu, itu berdampak pada kemajuan teknologi yang seakan melambat dan kurang merata.

Kepribadian yang ada di bangsa timur bisa diartikan sebagai sikap suatu negara dan menentukan penyesuaian diri pada lingkungan. Bangsa timur masyarakatnya rata-rata memiliki sifat toleransi yang tinggi dan dikenal sebagai bangsa yang memiliki kepribadian baik. Batas toleransi itu ada pada sejauh apa toleransinya, apakah masih sesuai dengan norma, etika, adat, dan istiadat.

Meski demikian, kita tidak dapat mengatakan kalau suatu budaya lebih baik dari budaya lainnya. Karena semuanya memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing.

Berikut ini adalah beberapa contoh perbedaan yang ada di budaya timur dan barat

Budaya Timur

  • Menjunjung tinggi kebersamaan
  • Menjaga perasaan sesama
  • Menjaga sikap sopan dan santun
  • Menjaga sikap kepada orang yang lebih tua
  • Masih memegang teguh adat dan istiadat

Budaya Barat

  • Disiplin dan Menghargai waktu
  • Lebih mudah dalam menghadapi masalah
  • Memanggil orang tua dengan nama orang tuanya sendiri
  • Lebih Individualis
  • Bergaya hidup lebih modern

Kesimpulan yang bisa kita ambil dari perbedaan budaya yang ada di timur dan barat ini adalah meski memiliki perbedaan dari beragam aspek, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Budaya barat kerap kali mendapatkan pandangan negatif dari penganut budaya timur, karena sangat bertentangan dengan budaya timur.

Meski demikian, budaya barat dikatakan lebih maju di sektor teknologi. Sedangkan untuk budaya timur, lebih unggul dalam hal menjaga moral, sopan santun, dan adat istiadat. Jadi bagi yang masih kerap membandingkan kedua budaya ini, lebih baik jangan dan lihat sisi positifnya mulai sekarang, yuk!

Tradisi Bunuh Diri di Jepang?

Setiap negara memiliki tradisi sendiri, ada yang menurut suatu bangsa itu baik, ada juga yang menurut bangsa lainnya bukan merupakan hal yang baik. Seperti halnya bunuh diri, di beberapa negara, bunuh diri merupakan tindakan yang dianggap gegabah dan kurang mensyukuri apa yang ada di dalam hidup. Sedangkan di Jepang, ini sudah menjadi tradisi yang dikenal dengan nama Seppuku atau Harakiri.

Mereka yang melakukan tradisi ini umumnya merupakan kalangan samurai dan dilakukan karena sudah merasa kalah di medan perang serta merasa malu. Rasa malu untuk orang Jepang memiliki maknanya tersendiri, kalau mau mengembalikan kehormatan, maka ritual Harakiri ini harus dilakukan. Selain bunuh diri, bisa juga meminta pihak musuh yang melakukannya. Itu dilakukan sebagai tanda hormat.

Berdasarkan literatur Jepang, Ritual ini pertama kali dilakukan oleh seorang penyair populer yang bernama Minamoto on Yorimasa (1106 – 1180 M). Saat perang Genpei yang dimulai dari pertempuran Uji (1180 M). Setelahnya ritual ini dikenal sebagai kode kehormatan untuk seorang samurai yang ingin mengakhiri hidupnya.

Pada era industrialisasi, fenomena bunuh diri di Jepang saat ini juga ikut melakukan transformasi. Tradisi zamannya yang sudah berlangsung sejak lama tidak begitu diurungkan meski peradaban kini telah berubah. Kalau duku Harakiri/Seppuku hanya dilakukan oleh para samurai atau mereka yang memiliki darah keturunan bangsawan, kini tradisi sudah bergeser.

Selain itu biasa mereka melakukan ini bukan hanya karena malu, tetapi juga keputusasaan serta depresi. Ini menjadi sebab tertinggi orang-orang di Jepang melakukan tradisi ini. Bahkan di Jepang terdapat lokasi yang sudah sangat terkenal untuk mereka yang hendak mengakhiri hidupnya.

Tempat tersebut merupakan hutan Aokigahara. Tempat ini merupakan hutan lebat yang memiliki pepohonan yang rindang dan menjulang tinggi. Kalau diteluri ke dalam hutan, tidak akan ditemukan hewan liar di dalam hutan ini. Kenapa? Karena hutan ini terlalu rindang, sehingga hewan – hewan tidak bisa dengan santai berlalu-lalang di hutan.

Saat mengunjungi hutan ini, pengunjung akan langsung disuguhi dengan tulisan yang baik berbahasa Jepang maupun berbahasa Inggris. Tulisan tersebut memberikan himbauan agar para pengunjung tidak melakukan bunuh diri di dalam hutan itu, ada juga tulisan yang mengingatkan mengenai keluarga yang ada di rumah.

Salah satu tulisan yang ada di papan berbunyi “Renungkan orang tuamu, saudara kandung, dan anak-anakmu sekali lagi. Jangan ganggu sendirian.” Ini merupakan himbauan resmi dari Aokigahara forest.

Tentu saja ini dilakukan karena memang tingkat bunuh diri di hutan Aokigahara sudah sangat tinggi. Meski sudah dilakukan berbagai upaya agar bisa membendung angka kematian bunuh diri di sana, tetap saja akan terdapat sejumlah mayat yang menggantung di sejumlah pepohonan di jalan – jalan. Mayat yang sudah lama berada di sana biasanya akan dimakan rayap, membuat mereka tidak lagi dikenali identitasnya.

Menurut Aokigahara forest, angka kematian bunuh diri orang Jepang yang ada di hutan tersebut dipicu karena tekanan pekerjaan yang tinggi dari perusahaan, ada juga yang karena mereka dipecat. Sementara untuk jumlah pasti berapa orang yang sudah bunuh diri di dalam hutan tersebut, hingga kini tidak diketahui pasti karena pihak pemerintah Jepang melarang untuk mempublikasikannya. Tetapi sempat tercatat angka kematian di tahun 1998 sebanyak 73 orang, dan terakhir diketahui kalau angka kematian di tahun 2003 menjadi 103 orang.

Dengan memilih mati di hutan Aokigahara, menurut orang Jepang itu merupakan tindakan yang terhormat.

Budaya Spanyol, Diantaranya Mirip Kebiasaan Indonesia!

Kebangsaan Spanyol saat ini cukup terkenal karena lagu-lagu yang dicampurkan dengan bahasa Spanish semakin banyak. Masyarakat yang memiliki darah spanyol disebut dengan Latin (pria) dan Latina (wanita), mereka juga dikenal dengan kecantikan serta ketampanannya. Dengan perawakan yang tegas dan sexy ini menambah keindahan saat mereka melakukan tarian tradisi seperti Tarian Flamenco, Salsa, ataupun Samba.

Meskipun bentangan Spanyol tidak seperti Indonesia yang pulaunya berdekatan, namun Bahasa Spanyol digunakan beberapa negara. Beberapa diantaranya ada di sebagian wilayah Amerika Selatan seperti Meksiko, Colombia, Peru, Ecuador, Guatemala.

Tradisi dan Budaya di Spanyol

Spanyol memiliki banyak kebudayaan yang berupa kesenian serta atraksi. Orang-orang Spanyol memang dikenal sebagai penyuka tantangan dan kegilaan, meskipun banyak kejadian akibat sifat mereka yang kontradiktif. Disana juga banyak kasus seperti mafia dan perjudian online seperti di Indonesia yaitu Daftar SBOBET . Berikut ini adalah kebudayaan Spanyol yang bisa kalian pelajari:

Tarian Flamenco

Salah satu Kesenian Tarian asal Spanyol ini begitu iconic. Namun sesungguhnya Flamenco berasal dari kaum Gipsi Andalusia dan budaya Islam Persia. Semakin berkembangnya tarian di sekitar wilayah tersebut mempengaruhi tradisi musik lokal, seperti musik tradisional Castilia. Dengan genre musik yang bertenaga, kuat namun tetap indah dan anggun, Tarian Flamenco patut diacungi jempol.

Adu Banteng (Corrida de Toros)

Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya bahwa mereka suka hal yang berbau kegilaan. Salah satunya adalah adu banteng atau yang biasa disebut Corrida de Toros dalam bahasa Spanyol. Penantang banteng dalam aksi ini disebut dengan Matador, secara visual akan terlihat indah dengan mengenakan pakaian gemerlap dan halus. Gerakan Matador sendiri bagaikan tarian dimana Matador harus memiliki tubuh yang atletis namun langsing. Tradisi yang satu ini begitu tabu bagi masyarakat Indonesia karena cukup mengerikan dimana darah banteng bisa tercecer di pasir putih.

Lari Dengan Banteng (el Encierro)

Masih tidak cukup ekstrim pada saat mengadu banteng? Masih ada yang namanya berlari bersama banteng. Kalau Muay Thai olahraga Thailand, maka ini adalah olahrada bagi orang Spanyol. Adu lari bersama banteng ini akan diadakan di tengah kota dengan jalan yang sudah di sekat seperti jalur. Banteng-banteng tersebut akan dilepas dan para pelari dipersilahkan berlari mengadu kecepatan dengan banteng tersebut.

Tradisi yang satu ini sangat berbahaya karena telah tercatat sejak tahun 1924 ada 15 orang meninggal dunia di Pamplona karena tradisi ini. Berbeda dengan adu banteng, dimana penantang atau Matador ini sudah profesional. Sedangkan Adu Lari Bersama Banteng atau biasa disebut El Encierro ini dilakukan oleh semua orang, siapapun boleh berpartisipasi dalam acara ini.

Kemiripan Budaya Spanyol dengan Indonesia

Di Spanyol ada sebutan Siesta atau tidur siang yang cepat setelah makan siang. Keramahan orang spanyol juga mirip dengan masyarakat Indonesia. Dimana mereka biasa menyapa orang-orang saat sedang berjalan yang bahkan tidak mereka kenali. Mereka akan dengan santai menyapa dengan sapaan khas mereka yaitu “Hola” sambil cipika cipiki.

Muay Thai, Bela Diri Asli Thailand

Muay Thai merupakan seni bela diri khas dari negara gajah putih, Thailand. Bela diri satu ini mirip dengan gaya seni bela diri dari Indocina, seperti Pradal Serey dari daerah Kaboja, Tomoi dari daerah Malaysia, Lethwei dari daerah Myanman, dan Muay Lao dari Laos. Olah raga satu ini merupakan hasil turunan dari bela diri kuno Muay Boran. Jika dilihat secara sekilas, Muay Thai dan Kickboxing memiliki cara bertarung yang mirip.

Kata Muay Thai sendiri berasal dari bahasa Sanskerta “Mavya” berarti tinju bela diri, dan Thai yang berasal dari kata “Tai”, yang berarti suku Thai. Muay Thai sendiri disebut merupakan Seni Delapan Tungkai, atau Ilmu Delapan Tungkai. Ini karena teknik yang digunakna sangat sarat menggunakan pukulan, tendangan, siku, dan serangan di lutut, sehingga penggunaan dari delapan titik kontak.

Lalu bagaimanakah asal usul dari seni bela diri keras satu ini? Berikut ulasannya.

Asal Usul Muay Thai

Kickboxing merupakan seni bela diri yang sudah lama dipraktikkan pada seluruh daratan Asia Tenggara. Jika dilihat berdasarkan kombinasi antara Cina dan seni bela diri India, praktisi dari Muay Thai mengklaim kalau Muay Thai sudah berada selama 2000 tahun lamanya.

Pada Kerajaan Thai, Muay Thai berevolusi dari Muay Boran, sebuah metode pertempuran tangan kosong yang mungkin sudah digunakan oleh tentara bangsa Siam setelah mereka kehilangan senjata saat sedang berada di medan pertempuran.

Beberapa orang juga mempercayai kalau bangsa Siam kuno menciptakan Muay Thai dari seni yang berbasis Krabi Krabong, namun yang lain memiliki pendapat kalau keduanya dikembangkan secara bersamaan satu sama lainnya.

Krabi Krabong ini sendiri dianggap penting untuk Muay Thai, seperti dapat dilihat dari teknik tendangan, pitingan, sampai ke gerakan – gerakan yang ada daam Wai Khru yang memiliki asal usul mereka di dalam pertempuran tanpa adanya senjata.

Awalnya Muay Thai disebut Dhoi Muai, atau hanya Muay. Selain digunakan untuk teknik pertempuran yang praktis di dalam perang, Muay kemudian menjadi sebuah olah raga yang di mana kedua lawan saling bertempur di depan para penonton yang datang untuk hiburan.

Setelahnya kontes Muay ini semakin lama semakin menjadi bagian integral dari perayaan festival lokal di sana, khususnya diadakan pada kuil persembahyangan Hindu – Buddha. Bahkan Muay ini digunakan sebagai hiburang untuk para raja.

Awalnya para petarung hanya bertelanjang tangan, namun seiring waktu mereka mulai menggunakan tali rami panjang di sekitar bagian tangan dan lengan. Jenis pertandingan pertunjukan ini disebut Muay Kaad Cheuk.

Secara bertahap, Muay menjadi cara yang mungkin untuk bisa mencapai kemajuan hidup pribadi. Ini karena para bangsawan kala itu sangat menghormati para praktisi seni Muay yang terampil dan mengyndang petarung terpilih untuk bisa datang dan tinggal di istana agar bisa mengajarkan Muay pada staf rumah tangga kerajaan, prajurit, pangeran  atau pengawal pribadi sang raja.

Beberapa waktu di periode kerajaan Ayutthaya, satu peleton pengawal kerajaan didirikan, tugasnya untuk melindungi raja dan negara. Mereka dikenal sebagai Grom Nak Muay atau Resimen Petarung Muay. Tradisi muay sebagai pelindung kerajaan ini terus berlanjut hingga Rama Vii di tahun 1925 – 1935.

Itulah sejarah singkat dari teknik seni bela diri Muay Thai. Semoga dengan ini Anda bisa menjadi lebih memahami perihal awal mula adanya teknik bela diri populer satu ini.