Kenali Keunikan dari Budaya Suku Baduy, Yuk!

Siapa yang mengenal suku Baduy? Salah satu suku dengan etnis Sunda pada wilayah Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Meski dikenal dengan nama Suku Baduy, tapi nyatanya mereka kurang suka dengan sebutan itu dan memilih untuk dipanggil dengan nama Urang Kanekes.

Wilayah suku Baduy di bagi menjadi 2 bagian, yaitu Baduy luar dan Baduy dalam. Yang membedakan mereka adalah penggunaan dari pengikat kepala juga warna baju yang masyarakatnya kenakan.

Untuk Baduy dalam, mereka lebih mempertahankan adat istiadat yang ada pada diri mereka. Mereka pun tidak menggunakan teknologi serta masih sangat berpegang teguh pada aturan serta adat istiadat yang berlaku.

Lalu sebaliknya, masuarakat yang ada di di Baduy Luar jauh lebih maju, karena mereka menerima paparan kehidupan modern. Selain itu mereka pun bisa bekerja di kota.

Para masyarakat suku Baduy menggunakan bahasa Sunda Banten. Tetapi karena banyaknya para wisatawan yang datang ke wilayah mereka, tidak jarang ditemukan orang Suku Baduy yang menggunakan bahasa Indonesia, bahkan ada juga yang berbahasa Inggris.

Mereka bisa menggunakan kedua bahasa ini karena mempelajarinya secara otodidak dengan mendengarkan percakapan dari para wisatawan yang berkunjung ke tempat mereka.

Itu karena Masyarakat suku Baduy tidak mengenyam pendidikan seperti masyarakat lainnya, tetapi karena banyak wisatawan yang berkunjung, ini menjadi mempengaruhi pada pendidikan mereka.

Para masyarakat Baduy Luar mereka sudah mulai menyekolahkan anak-anak mereka di SD negeri setempat. Namun, ada juga yang masih belajar bersama dengan ambu atau ibu. Meski yang dipelajari bersama dengan Ambu masih sebatas membaca dan angka, setidaknya mereka biki bisa mulai belajar dari para wisatawan yang datang.

Ada kepercayaan yang dipegang oleh para masyarakat suku Baduy, yaitu Sunda Wiwitan. Ini adalah sebuah kepercayaan terhadap nenek moyang. Tetapi kepercayaan mereka ini kini sudah mulai terpengaruh dengan agama, seperti Hindu, Budha, juga Islam.

Lalu, apa sih mata pencaharian dari masyarakat Suku Baduy? Biasanya mereka berladang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu banyak rumah-rumah yang memanfaatkan masyarakat yang datang dengan menjual makanan dan minuman untuk kebutuhan wisatawan.

Selain itu banyak juga yang menjual pernak-pernik khas Baduy yang menarik untuk para wisatawan, misalnya kain tenun, gula, masu, gelang, gantungan kunci, dan banyak lainnya.

Tak jarang mereka pergi ke Kota untuk menjual hasil kerja mereka. Bahkan para anak-anak yang ada di Baduy kini mulai diajari berjualan, mereka pun terkadang mengikuti para wisatawan sambil menjajakan minuman.

Tentunya ini sangat membuat terjadinya perubahan, khususnya untuk suku Baduy Luar. Mereka pun mulai untuk menggunakan kosmetik, alas kaki, sampai menggunakan obat-obatan.

Selain itu para suku Baduy luar mulai mengizinkan anak-anak mereka untuk bermain dengan mainan yang modern. Meski masih mandi di sungai dengan air yang mengalir, mereka sudah menggunakan peralatan mandi yang modern.

Salah satu Suku Baduy yang sangat terdampak dengan era Modernisasi ada di desan Gazebo, di sana banyak beberapa rumah yang memiliki senter dan lampu emergengy. Mereka sengaja menyediakannya untuk para wisatawan yang berkunjung ke desa mereka.

Jadi jangan heran jika berkunjung ke desa Baduy luar, di mana mereka sudah menggunakan pakaian biasa seperti T-Shirt modern. Bahkan mereka kini sudah tidak lagi menggunakan ikat kepala, sudah gunakan tas yang modern, jadi mereka kini mirip dengan masyarakat kota pada umumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *