Kebudayaan Suku Inca Yang Masih Melekat Di Peru

Peru, layaknya kebanyakan negara Andes, punyai budaya tradisional yang kuat yang tetap merambah banyak kota, desa, dan desa-desa pegunungannya yang kecil. Ini adalah bukti berasal dari keragaman luas orang, budaya, dan etnis di negara itu layaknya kebudayaan Negara Rusia. Seluruhnya telah berkontribusi terhadap rutinitas Peru, banyak di antaranya telah tersedia sejak ribuan tahun yang lalu.

Berbeda dengan negara-negara Amerika Selatan lainnya yang memiliki kebiasaan berjudi pada daftar sbobet, Peru adalah tidak benar satu negara yang kondang bersama dengan budaya pribumi dan tradisionalnya yang kuat. Perjalanan ke Peru adalah tidak benar satu langkah termudah untuk tahu seluk-beluk kehidupan di negara ini.

Mengintip Kebudayaan Suku Inca Pada Pulau Taquile Peru

Taquile Peru merupakan sebuah pulau terpencil yang berada sisi Danau Titicaca, atau tepatnya terdapat sekitar 45 km berasal dari terlepas pantai kota Puno Peru. Sedikitnya terkandung 2.200 orang yang menghuni Pulau Taquile ini. Pulau Taquile punyai luas sekitar 5,72 kilometer persegi. Titik tertinggi yang dimiliki oleh pulau ini adalah sekitar 4.050 meter di atas permukaan laut. Sedangkan pusat desanya sendiri berada diketinggian 3.950 meter di atas permukaan air laut.

Penduduk asli di Pulau Taquile Peru dipercaya sebagai keturunan asli bangsa Inca yang masih hidup dan selamanya merawat rutinitas leluhurnya sampai pas ini. Penduduk asli Pulau Taquile selanjutnya dikenal bersama dengan Taquilenos, dan mereka pakai bahasa Puno Quechua sebagai bahasa sehari-hari mereka.

Penduduk Pulau Taquile masih menjalani gaya hidup tradisional Suku Inca. Mereka masih menenun kain bersama dengan warna-warna cemerlang, bicara dalam bahasa tradisional dan juga menanggulangi sawah dan ladang sebagaimana yang leluhur mereka lakukan selama berabad-abad lamanya. Selain itu juga, terhadap hari-hari khusus mereka masih lakukan perayaan berwujud festival-festival.

Biasanya jikalau hari-hari lakukan festival telah tiba, para masyarakat Taquile dapat berkumpul di alun-alun untuk menari bersama dengan diiringi seruling dan tabuhan tambur. Salah satu festival yang rutin dijalankan adalah Festival Santiago, atau yang terhadap zaman Inca dahulu dikenal sebagai Festival Dewa Halilintar.

Situs Warisan Dunia

Taquile kondang dapat mutu tekstil dan baju tenunnya yang bagus, sehingga dianggap sebagai kerajinan berkwalitas tinggi di Peru. Kegiatan menenun selanjutnya dijalankan tidak cuma oleh kaum perempuan saja dapat tetapi terhitung oleh kaum pria. Kegiatan selanjutnya merupakan aktivitas yang turun temurun dijalankan sejak zaman Kerajaan Inca. Maka berasal dari itu tidak mengherankan jikalau kelanjutannya UNESCO menobatkannya sebagai warisan dunia. Kain-kain tenun yang dihasilkan punyai warna yang cemerlang bersama dengan motif-motif tradisonal khas Taquile.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *