Kebudayaan Masyarakat Maluku

Maluku memiliki banyak tradisi yang menjadi daya tarik dari wilayah tersebut. Jika sedang berkunjung ke Maluku, sayang rasanya jika tidak mengeksplor lebih dalam mengenai kebudayaan apa saya yang ada di sana.

Tanpa perlu basa-basi lagi, berikut ini adalah beberapa kebudayaan yang ada di Maluku yang wajib diketahui.

Kebudayaan Maluku

1.Pukul Sapu – Kebudayaan Maluku

Pertama ada tradisi Pukul Sapu, tradisi yang dilakukan oleh masyarakat dari desa Mamala. Pukul Sapu dilakukan setiap 7 syawal dan khusus untuk para lelaki. Mereka akan mengenakan ikat kepala dan hanya dengan balutan celana pendek. Kegiatan akan dilakukan dengan atraksi pukul memukul. Acara akan dilakukan pada rumah adat dengan serangkaian acara adat dengan meminta doa kepada leluhur agar dapat diberikan berkat.

Jumlah pemain Pukul Sapu dapat mencapai 10-15 orang dan terbagi di dalam 2 kelompok. Lidi yang digunakan memiliki panjang 1.5 meter dan mereka akan mulai saling mukul hingga tubuh luka-luka bahkan bengkak. Para pemain mengatakan kalau mereka tidak merasakan sakit ketika melakukan tradisi ini, bahkan rasanya lebih ke nyaman dan geli setiap kali lidi dipukulkan pada tubuh mereka.

2.Malam Badendang

Badendang memiliki arti berdansa atau bergoyang. Malam Badendang sendiri merupakan sebuah tradisi di mana para anggota keluarga saling berkumpul untuk bisa membangun kebersamaan di dalam hidup bermasyarakat.

Selain berkumpul dengan keluarga, acara ini juga biasa dilakukan punuk memeriahkan acara. Acara akan dilakukan setelah jam 12 malam dan tamu undangan sudah pulang dari acara.

3.pela Gandong

Ketiga ada Pela Gandong yang diyakini sudah melekat di dalam diri masyarakat Maluku dan hingga kini masih menjadi tradisi yang dipertahankan. Kekeluargaan antara dua desa bisa saling terikat dengan melakukan tradisi ini. Selain itu moral yang bisa didapatkan dari tradisi ini adalah agar masyarakat bisa saling hidup nyaman dengan saling menghargai dan juga menghormati satu sama lainnya.

4.Tradisi Cuci Negeri

Desa-desa yang ada di Maluku lebih dikenal dengan sebutan Negeri dan Bapa raja merupakan pemimpin dari negeri tersebut. Tradisi Cuci negeri ini dilakukan untuk bisa membersihkan lokasi di negeri yang diyakini mistis. Ketika melakukan ini, masyarakat akan berkumpul di depan Baileo dan membawa peralatan adat yang dibutuhkan untuk mendukung jalannya acara.

Setelahnya, mereka akan secara bersama-sama untuk pergi ke tempat yang dirasa mistis, seperti sumur, tempat bertapa nenek moyang, untuk membersihkan tempat-tempat itu. Setelahnya, besok hari masyarakat akan melihat penampilan seni dari budaya Maluku.

5.Tradisi Timba Laor

Laor merupakan hewan laut yang menyerupai cacing dan hidup di karang. Masyarakat Maluku biasanya akan mengambil hewan ini di pantai pada malam hari untuk sajian. Mereka bisa menyantapnya baik mentah atau dengan cara digoreng. Biasanya lapor mentah dikonsumsi dengan campuran cuka dan garam serta irisan bawang. Tetapi tradisi ini tidak bisa dilakukan setiap tahun, karena Laor sendiri tidaklah selalu ada setiap tahun.

Nah, itulah beberapa adat dan tradisi yang ada di Maluku. Masih ada beberapa tradisi yang belum sempat kami sebutkan dalam artikel ini, seperti misalnya Bambu Gila dan upacara adat lain dari daerah yang memiliki banyak tradisi ini.

Untuk mengetahui kebudayaan lain baik dari Indonesia maupun luar negeri, silahkan cek web kami untuk selengkapnya ya! Jangan sungkan untuk memberikan komentar di bawah ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *