ADAT BUDAYA PERNIKAHAN DAN SETELAH DI INDIA

Masih membahas soal India, negara yang satu ini hampir mirip dengan Indonesia, dimana sangat banyak budaya adat dan kebiasaan yang selalu dilakukan apalagi ketika menjelang pernikahan dan setelah menikah. Bahkan budaya ini akan terus ada hingga kedua pengantin itu memiliki buah hati. Kali ini kita akan bahas tentang budaya yang dilakukan saat pernikahan, artikel ini lanjutan dari artikel sebelumnya ya guys jadi make sure kalian baca dulu artikel sebelum ini.

Artikel terakhir kemarin kita membahas tentang upacara madhuparka, setelah itu biasanya ada budaya yang bernama Kanya Daan. Budaya yang satu ini juga merupakan salah satu upacara yang biasanya ada pada pernikahan. Kanya Daan mengartikan sebagai pelepasan pengantin perempuan dari orang tuanya dan mempercayakan semua kewajiban dan tanggung jawab kepada suaminya kelak. Acara ini biasanya digelar secara sacral dengan membacakan ayat pernikahan lewat baha sansekerta. Setelah acara selesai artinya sang suami sudah bisa menerima sebagai istrinya dan orang tua sudah merelakannya.

Selanjutnya ada Vivah Homa yang merupakan upacara suci. Gak semua agama menyelenggarakan upacara selain yang beragama Veda. Di upacara ini juga diadakan pembakaran herbal juga penyertaan dalam pembacaan ayat-ayat. Lalu acara Achaman dan Angasparsha pun dilakukan kembali dengan menyertakaa pengantin wanita.

Setelah acara tersebut selesai, dilanjut lagi dengan budaya yang disebut dengan Pani-Grahanam. Acara ini merupakan penerimaan pengantin wanita sebagai istri sahnya dengan simbol mengangkat tangan kanannya. Mereka pun membuat janji antara pasangan suami istri serta doa-doa untuk kelangsungan hubungan mereka agar sampai maut memisahkan.

Tak lupa juga mereka melakukan Pratigna Karanam yang merupakan sumpah setia dalam hubungan dengan simbol pengantin wanita dan pria pun harus berjalan di sekitar api. Lalu dilanjut dengan acara Shilarohanam yaitu simbol untuk kesetiaan dan serta kekuatan dalam menjalani rumah tangga. Karena sebuah pernikahan itu selalu ada up and downnya, senang dan susah, sakit dan sehat, maka dari itu mereka harus bisa menghadapi berbagai masalah secara bersama-sama dan tidak menyerah dalam menyelesaikan masalah tersebut. Budaya ini mengharuskan pengantin wanita melangkah ke batu dibantu dengan sang ibu. Dan yang terakhir ada upacara Laja Homa yang bersimbol sebagai doa sang istri untuk kebahagiaan, umur dan rejeki bagi sang suami.

Setelah menikah, pasti akan selalu moment pasangan pengantin baru memiliki buah hati. Di India pun tetap ada budaya-budaya yang harus dilakukan selama perawatan bayi. Yang pertama kali dilakukan yaitu Menyapu Madu  yang merupakan perawatan untuk bayi yang baru lahir. Menyapu madu merupakan proses pengolesan madu yang dicampur dengan minyak savvenai (campuran dari mambu, minyak bijan) kepada lidah bayi. Hal ini akan membuat lidah baik lebih kembuh dan juga sebagai doa agar bayi bisa cepat berbicara.

Lalu ada upcara Aalati yang merupakan proses tradisi pada bayi sebelum masuk ke rumah sebagai doa agar terhindar dari musibah. Pada upacara ini harus memutarkan kunyi, kapur sirih, arang, sebanyak 3 kali. Selanjutnya ada ritual ketika mandi, dimana bayi harus dimandikan menjelang petang dengan orang yang sudah berpengalaman dengan memakai air suam dan ramuan herbal. Dan terakhirnya harus melakukan pengasapan pada bayi, tujuannya agar bayi terhindar dari ruam dan proses ini menggunakan tepung beras. Sebenarnya setelah itu masih ada proses mendodoi dan melempar bayi. Acara ini biasanya dilakukan sebagai nasehat agar nantinya anak tersebut manjadi orang yang berguna dan juga mendapatkan keberuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *