Tarian Caci Caci, Kebudayaan Flores Yang Menegangkan!

Mengintip sedikit kepulauan indah daerah timur yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT), pasti dari kalian ada yang cukup penasaran dengan kebudayaan yang ada disana? Flores yang merupakan bagian dari kepulauan NTT ini memiliki pencampuran antar etnis atau budaya seperti Melayu, Portugis, Melanesia, namun kebanyakan kebudayaan disana terbawa oleh koloni Portugis. Flores memiliki berbagai macam budaya, agama dan juga genetik. Ingat para koloni Portugal yang menginspirasikan permainan judi Sbobet bola pada Indonesia? Ya, nama dari provinsi ini juga diambil dari bahasa Portugal yaitu Cabo de Flores atau jika diartikan ke bahasa Indonesia merupakan tanjung bunga.

Kebudayaan Flores

Kita tidak akan bisa membahas secara keseluruhan tentang pulau Flores, karena didalamnya memiliki berbagai logat daerah, agama, bahkan suku yang begitu unik. Namun ada 1 kebudayaan yang begitu unik dan dikenal oleh seluruh masyarakat kepulauan Flores. Kebudayaan dan kesenian yang ada di Flores adalah tarian Caci Caci. Berbeda dengan Kebudayaan Suku Baduy, Tarian Caci merupakan bentuk tarian perang sekaligus permainan rakyat Flores sejak dulu. Acara yang menampilkan sepasang pria bertarung menggunakan cambuk dan perisai ini juga dianggap sebagai ritual pada acara tertentu. Masyarakat Manggarai atau suku terbesar yang terbagi didalam Flores sangat membanggakan kebudayaan Caci ini. Diambil dari kata Ca (satu) dan Ci (ujian) yang berarti Ujian Satu lawan Satu.

Sepasang pria ini akan melakukan perang menggunakan cambuk dan perisai yang sudah disediakan. Biasanya satu lawan satu ini akan menghadirkan 2 orang lawan dari desa yang berbeda. Tarian yang dimaksudkan disini merupakan pergerakan saat keduanya berperang, gerakan maju mundur dan cambuk yang menyambar badan lawan dapat menghasilkan poin yang menentukan kemenangan. Namun bentuk penyerangan didalam Tarian Caci ini juga memiliki aturan loh. Seperti dilarangnya melawan dengan mendorong atau memojokkan pihak lain, point bagi mereka hanya akan dianggap saat cambukan berayun.

Kalian pasti menganggap ini cukup berbahaya, namun semua masyarakat Manggarai membanggakan kebudayaan ini. Ingat bahwa tarian ini dianggap sebagai ritual? Ya, biasanya tarian ini baru bisa dilakukan oleh anak laki-laki yang sudah menginjak usia dewasa. Jadi tarian Caci ini dijadikan ritual bagi anak yang baru menginjakkan usia kedewasaan dan mengharuskan anak laki-laki tersebut mengikuti Tarian Caci Caci. Bagian tubuh yang terkena cambukan pun dibatasi seperti pada bagian punggung tangan dan kaki, sedangkan kepala akan sangat dilindungi dengan menggunakan topeng berupa topi khas Flores. Tarian Caci ini baru dianggap berakhir apabila sudah dilakukan 4 ronde untuk setiap pemain yang mendaftarkan diri mengikuti kebudayaan serta kesenian ini.

Kenali Keunikan dari Budaya Suku Baduy, Yuk!

Siapa yang mengenal suku Baduy? Salah satu suku dengan etnis Sunda pada wilayah Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Meski dikenal dengan nama Suku Baduy, tapi nyatanya mereka kurang suka dengan sebutan itu dan memilih untuk dipanggil dengan nama Urang Kanekes.

Wilayah suku Baduy di bagi menjadi 2 bagian, yaitu Baduy luar dan Baduy dalam. Yang membedakan mereka adalah penggunaan dari pengikat kepala juga warna baju yang masyarakatnya kenakan.

Untuk Baduy dalam, mereka lebih mempertahankan adat istiadat yang ada pada diri mereka. Mereka pun tidak menggunakan teknologi serta masih sangat berpegang teguh pada aturan serta adat istiadat yang berlaku.

Lalu sebaliknya, masuarakat yang ada di di Baduy Luar jauh lebih maju, karena mereka menerima paparan kehidupan modern. Selain itu mereka pun bisa bekerja di kota.

Para masyarakat suku Baduy menggunakan bahasa Sunda Banten. Tetapi karena banyaknya para wisatawan yang datang ke wilayah mereka, tidak jarang ditemukan orang Suku Baduy yang menggunakan bahasa Indonesia, bahkan ada juga yang berbahasa Inggris.

Mereka bisa menggunakan kedua bahasa ini karena mempelajarinya secara otodidak dengan mendengarkan percakapan dari para wisatawan yang berkunjung ke tempat mereka.

Itu karena Masyarakat suku Baduy tidak mengenyam pendidikan seperti masyarakat lainnya, tetapi karena banyak wisatawan yang berkunjung, ini menjadi mempengaruhi pada pendidikan mereka.

Para masyarakat Baduy Luar mereka sudah mulai menyekolahkan anak-anak mereka di SD negeri setempat. Namun, ada juga yang masih belajar bersama dengan ambu atau ibu. Meski yang dipelajari bersama dengan Ambu masih sebatas membaca dan angka, setidaknya mereka biki bisa mulai belajar dari para wisatawan yang datang.

Ada kepercayaan yang dipegang oleh para masyarakat suku Baduy, yaitu Sunda Wiwitan. Ini adalah sebuah kepercayaan terhadap nenek moyang. Tetapi kepercayaan mereka ini kini sudah mulai terpengaruh dengan agama, seperti Hindu, Budha, juga Islam.

Lalu, apa sih mata pencaharian dari masyarakat Suku Baduy? Biasanya mereka berladang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu banyak rumah-rumah yang memanfaatkan masyarakat yang datang dengan menjual makanan dan minuman untuk kebutuhan wisatawan.

Selain itu banyak juga yang menjual pernak-pernik khas Baduy yang menarik untuk para wisatawan, misalnya kain tenun, gula, masu, gelang, gantungan kunci, dan banyak lainnya.

Tak jarang mereka pergi ke Kota untuk menjual hasil kerja mereka. Bahkan para anak-anak yang ada di Baduy kini mulai diajari berjualan, mereka pun terkadang mengikuti para wisatawan sambil menjajakan minuman.

Tentunya ini sangat membuat terjadinya perubahan, khususnya untuk suku Baduy Luar. Mereka pun mulai untuk menggunakan kosmetik, alas kaki, sampai menggunakan obat-obatan.

Selain itu para suku Baduy luar mulai mengizinkan anak-anak mereka untuk bermain dengan mainan yang modern. Meski masih mandi di sungai dengan air yang mengalir, mereka sudah menggunakan peralatan mandi yang modern.

Salah satu Suku Baduy yang sangat terdampak dengan era Modernisasi ada di desan Gazebo, di sana banyak beberapa rumah yang memiliki senter dan lampu emergengy. Mereka sengaja menyediakannya untuk para wisatawan yang berkunjung ke desa mereka.

Jadi jangan heran jika berkunjung ke desa Baduy luar, di mana mereka sudah menggunakan pakaian biasa seperti T-Shirt modern. Bahkan mereka kini sudah tidak lagi menggunakan ikat kepala, sudah gunakan tas yang modern, jadi mereka kini mirip dengan masyarakat kota pada umumnya.

Tradisi Pemakaman Minahasa Waruga

Tradisi Pemakaman Minahasa Waruga

Waruga tidak lain adalah sebueh bentuk dari kuburan kuno orang Minahasa yang terbuat dari dua batu berbentuk segitiga serta kotak. Keberadaan cara pemakaman ini juga memberitahukan tentang kebudayaan dari Minahasa pada masa lampau pada masa itu.

Pada awalnya, waruga ini hanya dipakai sebagai penguburan dan pelaksanaan ritual kematian dalam kepercayaan pelambang seni masyarakat di Minahasa. Seperti pada masa kini, waruga dijadikan sebagai objek wisata serta pendidikan dan juga kebudayaan paling populer di Sulawesi Utara.

Waruga Tempat Pemakaman Orang Minahasa

Tradisi Pemakaman Minahasa Waruga

Sulawesi juga mempunyai tradisi unik dari suatu seni yakni pemakaman nya yakni Waruga. Konon katanya tradisi ini sudah digunakan dari jaman masehi namun lambat laun kegiatan ini sudah hilang keberadaan  nya. Tradisi pemakaman ini memiliki cara yakni jenazahnya dimasukin ke dalam batu besar dan itulah yang kita sebut dengan sebutan Waruga.

Waruga memiliki dua arti yaitu waru (rumah) dan ruga (makna badan). Jika kita artikan bersama sama itu adalah suatu tempat atau badan yang dimana roh tersebut telah kembali kepada Sang Pencipta.

Waruga juga memiliki arti di setiap ornamen ornamen yang beragam yaitu manusia, tanaman, hewan dan bentuk geometri. Beberapa motif berupa manusia diukir dengan berbagai peristiwa kehidupannya, seperti melahirkan, menari dan berpakaian.

Motif tanaman menghadirkan suatu gambaran dari buah-buahan, pepohonan, dedaunan dan bunga matahari nya. Motif hewan itu sendiri juga memiliki arti yang juga menampilkan ukiran berbentuk ular, anjing dan anoa. Sedangkan motif geometri menampilkan bentuk tumpal, pilinan ganda dan meander

Bentuk Apresiasi Masyarakat Terhadap Waruga

Salah satu bentuk apresiasi masyarakat Sulawesi Utara adalah dengan menjaga serta merawat Waruga itu sendiri. Dan tidak tanggung tanggung, ada seorang bandar judi online terbesar di Indonesia juga menyumbangkan dana nya terhadap situs pariwisata tersebut. Selain menjadi tempat untuk bermain judi online, beliau juga turun langsung terhadap bantuan berupa alat agar Waruga itu tetap awet dan tidak punah keberadaan nya. Sebagai salah satu kepala bagian keuangan disana, bapak tersebut juga menjadi salah satu situs judi online resmi yang memang dikenal dengan rasa dermawan nya.

Tradisi Unik Negara-Negara Dunia

Meskipun jaman sudah semakin modern, saat ini masih banyak negara-negara yang berpegang teguh pada tradisi dan budaya yang sudah mereka lakukan sejak berpuluh-puluh tahun lalu.

Tradisi yang ada pada setiap negara tentunya memiliki keunikannya tersendiri dan inilah yang menjadi daya tarik dari negara-negara itu.

Ini dia beberapa negara dengan tradisi dan budaya yang unikm wajib untuk diketahui!

Budaya Unik Negara Dunia

1.Menajamkan Gigi – Mentawai, Indonesia

Mari kita mulai dengan tradisi unik yang ada di Indonesia. Bagi para gadis yang ada di kepulauan Mentawai, ketika sudah menyentuh kedewasaan, itulah saatnya mereka harus melakukan tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh nenek moyang mereka.

Mereka harus menajamkan giginya agar tampak menjadi lebih cantik. Mungkin memang bagi orang awam yang mendengarkan akan merasakan ngilu.

Proses penajaman gigi ini dilakukan dengan cara dipahat tanpa dengan bantuan obat bius. Selain menajamkan gigi, para gadis mentawai juga biasanya mentatto tubuh mereka agar bisa bahagia seumur hidupnya.

2.El Colacho – Spanyol

Kedua ada El Colacho, atau tradisi melompati bayi. Tradisi ini dilakukan setiap bulan Juni di desa Castrillo de Murcia.

Kenapa bernama El Colacho? Karena dalam bahasa Spanyol, Colacho memiliki arti ‘Setan’. Setan yang dimaksudkan adalah untuk si pelompat Bayi.

Pada tradisi ini akan ada 1 orang pria yang akan melompati 4-5 Bayi yang berumur 1 tahun. Mereka akan diletakkan di atas matras yang diletakkan di jalan raya.

Tujuan dari tradisi ini adalah untuk hindari bayi-bayi tersebut dari hal yang buruk.

3.Cimburijada – Bosnia dan Hezegovina

Setiap tahunnya masyarakat Bosnia dan Hezegovina merayakan musim semi dengan cara memasak telur orak-arik besama.

Telur dianggap sebagai simbol dari kehidupan baru, juga menandakan kalau musim semi akan segera di mulai.

Ketika sedang melakukan tradisi ini, para masyarakat akan berkumpul di tepi sungai lalu memasak telur orak-arik dengan jumlah yang sangat banyak, karena memang untuk makan bersama.

Bukan hanya masyarakat lokal saja yang merayakan upacara adat ini, karena biasanya para wisatawan asing yang tengah berlibur pun bisa turut menikmati tradisi ini.

4.Berbagi Istri – Himalaya, Nepal

Mungkin ini akan terdengar sangat unik dan bahkan tergolong tidak biasa. Di Nepal, mereka memiliki tradisi seks yang tergolong tidak biasa.

Karena di sana, setiap tahunnya para pria yang sudah menikah akan memperbolahkan istri mereka untuk dipinjam.

Konon katanya, tradisi ini memiliki pengaruh yang besar untuk keberlangsungan hidup di masyarakat Himalaya.

Awalnya tradisi ini dilakukan karena kurangnya lahan bertani di Himalaya. Lalu masyarakatnya membuat anak dari istri orang lain.

Tujuannya agar nanti anak-anak mereka bisa menjadi saudara dan bisa berbagi lahan tani karena merupakan saudara.

5.Memanjangkan telinga – Thailand

Jika di Mentawai mereka menajamkan gigi agar tampak menjadi lebih cantik, berbeda dengan yang ada di Thailand. Para wanita di Thailand mempercayai kalau memiliki telinga yang panjang akan semakin membuat mereka bergairah ketika melakukan seks.

Selain itu telinga panjang ini bisa melindungi diri mereka dari gangguan makhluk kasat mata.

Meski kini zaman sudah semakin modern, para masyarakat tradisional yang ada di Thailand masih ada yang melakukan tradisi unik satu ini.

Nah, itulah beberapa tradisi unik yang ada dunia. Dari kelima tradisi unik yang kami sebutkan tadi, adakah yang menurutmu paling unik?

Kebudayaan Masyarakat Maluku

Maluku memiliki banyak tradisi yang menjadi daya tarik dari wilayah tersebut. Jika sedang berkunjung ke Maluku, sayang rasanya jika tidak mengeksplor lebih dalam mengenai kebudayaan apa saya yang ada di sana.

Tanpa perlu basa-basi lagi, berikut ini adalah beberapa kebudayaan yang ada di Maluku yang wajib diketahui.

Kebudayaan Maluku

1.Pukul Sapu – Kebudayaan Maluku

Pertama ada tradisi Pukul Sapu, tradisi yang dilakukan oleh masyarakat dari desa Mamala. Pukul Sapu dilakukan setiap 7 syawal dan khusus untuk para lelaki. Mereka akan mengenakan ikat kepala dan hanya dengan balutan celana pendek. Kegiatan akan dilakukan dengan atraksi pukul memukul. Acara akan dilakukan pada rumah adat dengan serangkaian acara adat dengan meminta doa kepada leluhur agar dapat diberikan berkat.

Jumlah pemain Pukul Sapu dapat mencapai 10-15 orang dan terbagi di dalam 2 kelompok. Lidi yang digunakan memiliki panjang 1.5 meter dan mereka akan mulai saling mukul hingga tubuh luka-luka bahkan bengkak. Para pemain mengatakan kalau mereka tidak merasakan sakit ketika melakukan tradisi ini, bahkan rasanya lebih ke nyaman dan geli setiap kali lidi dipukulkan pada tubuh mereka.

2.Malam Badendang

Badendang memiliki arti berdansa atau bergoyang. Malam Badendang sendiri merupakan sebuah tradisi di mana para anggota keluarga saling berkumpul untuk bisa membangun kebersamaan di dalam hidup bermasyarakat.

Selain berkumpul dengan keluarga, acara ini juga biasa dilakukan punuk memeriahkan acara. Acara akan dilakukan setelah jam 12 malam dan tamu undangan sudah pulang dari acara.

3.pela Gandong

Ketiga ada Pela Gandong yang diyakini sudah melekat di dalam diri masyarakat Maluku dan hingga kini masih menjadi tradisi yang dipertahankan. Kekeluargaan antara dua desa bisa saling terikat dengan melakukan tradisi ini. Selain itu moral yang bisa didapatkan dari tradisi ini adalah agar masyarakat bisa saling hidup nyaman dengan saling menghargai dan juga menghormati satu sama lainnya.

4.Tradisi Cuci Negeri

Desa-desa yang ada di Maluku lebih dikenal dengan sebutan Negeri dan Bapa raja merupakan pemimpin dari negeri tersebut. Tradisi Cuci negeri ini dilakukan untuk bisa membersihkan lokasi di negeri yang diyakini mistis. Ketika melakukan ini, masyarakat akan berkumpul di depan Baileo dan membawa peralatan adat yang dibutuhkan untuk mendukung jalannya acara.

Setelahnya, mereka akan secara bersama-sama untuk pergi ke tempat yang dirasa mistis, seperti sumur, tempat bertapa nenek moyang, untuk membersihkan tempat-tempat itu. Setelahnya, besok hari masyarakat akan melihat penampilan seni dari budaya Maluku.

5.Tradisi Timba Laor

Laor merupakan hewan laut yang menyerupai cacing dan hidup di karang. Masyarakat Maluku biasanya akan mengambil hewan ini di pantai pada malam hari untuk sajian. Mereka bisa menyantapnya baik mentah atau dengan cara digoreng. Biasanya lapor mentah dikonsumsi dengan campuran cuka dan garam serta irisan bawang. Tetapi tradisi ini tidak bisa dilakukan setiap tahun, karena Laor sendiri tidaklah selalu ada setiap tahun.

Nah, itulah beberapa adat dan tradisi yang ada di Maluku. Masih ada beberapa tradisi yang belum sempat kami sebutkan dalam artikel ini, seperti misalnya Bambu Gila dan upacara adat lain dari daerah yang memiliki banyak tradisi ini.

Untuk mengetahui kebudayaan lain baik dari Indonesia maupun luar negeri, silahkan cek web kami untuk selengkapnya ya! Jangan sungkan untuk memberikan komentar di bawah ini!