Budaya Modern Swedia dan Segala Keunikannya

Setiap negara memiliki perbedaan masing-masing dalam hal budaya. Budaya sendiri adalah hal yang tumbuh karena sebuah kebiasaan yang secara turun-temurun dilakukan. Ini membuat budaya wajib untuk dilestarikan, karena dengan demikian anak cucu kita menjadi lebih tahu mengenai sejarah nenek moyangnya.

Kalau membicarakan budaya dunia, mari kali ini kita lihat budaya Modern yang ada di negeri dengan sejuta keindahan, Swedia. Di negara yang mendapatkan predikat sebagai negara paling baik ini memiliki budaya yang patut untuk kita jadikan pembelajaran yang bisa kita terapkan pada kehidupan sehari-hari.

Berikut ini adalah beberapa budaya Modern yang dimilik Swedia yang bisa kita tiru atau bisa kita ambil nilai positifnya.

Budaya Modern Swedia

1.Mandiri

Orang-orang Swedia rata-rata merupakan orang yang mandiri, jadi jangan heran ketika di Swedia dan kamu terkadang harus melakukan segalanya sendiri, bahkan terkadang mereka memiliki layanan mandiri. Seperti misalnya kasir minimarket, kasir tiket, dan lainnya harus kita lakukan secara mandiri.

Mungkin jika pertama kali datang dan mencoba membayar, kita sebagai turis akan merasakan kebingungan. Tetapi mungkin ini adalah cara yang baik dalam memanfaatkan teknologi, memudahkan transaksi pengguna.

2. Lebih Cashless

Kalau di Indonesia, sepertinya belum lama ini kita mulai hidup dengan lebih cashless, itu pun sebagian orang didorong oleh ingin mendapatkan keuntungan berupa diskon. Bahkan beberapa orang masih menolak untuk menggunakan cashless karena alasan tertentu.

Berbeda dengan di Swedia, karena mereka kini lebih didominasi oleh pembayaran cashless. Segalanya serba praktis dengan bantuan Internet Banking, Mobile Banking, dan Credit card. Dengan demikian segalanya menjadi terasa lebih praktis, jadi hanya gesek tanpa menunggu kembalian atau menghitung uang.

Selain itu ternytaa di Swedia saat ini setidaknya hanya terjadi 0.5% transaksi tunai di tahun 2020 ini. Kira-kira kalau di Indonesia, kapan ya kita bisa mengubah gaya hidup menjadi lebih cashless?

3. Sistem yang terstruktur

Masyarakat yang ada di Swedia ternyata memiliki hidup yang lebih terstruktur, mau-tidak mau jika kita sebagai pendatang, maka harus menyesuaikan dengan gaya hidup yang dimiliki oleh mereka. Jadi kalau menetap di Swedia, bisa-bisa kita menjadi orang yang sangat terstruktur ketika beradaptasi di sana.

4. Kebebasan Menjelajahi Alam

Sama seperti negara lainnya, Swedia pun memiliki alam yang indah dan mereka membebaskan untuk menjelajahinya. Selain itu kebebasan untuk menjelajahi alam di Swedia pun sudah dilindungi oleh hukum yang sah.

Jika kamu tinggal di Swedia, maka kamu bisa menjelajah alam, boleh pula untuk tidur di hutan, gunung, atau padangnya. Yang penting adalah kita bisa Menjaga alam tersebut dan tidak boleh dirusak oleh tangan usil masunia.

Bahkan jika kamu menjelajadi Swedia, bisa loh menikmati segarnya buat Berry di sana. Nah, sikap ini disebut oleh orang Swedia sebagai Allemansrätten, di mana merupakan konsep dari para individu masyarakat Swedia untuk bisa memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga alam.

Area yang dilindungi dari Swedia terbagi menjadi konservasi alam. Salah satunya adalah National Park yang memiliki status tertinggi, di sana mereka sangat menjaga keaslian dari tempat ini. Bahkan dilarang untuk membangun infrastruktur dengan jenis apapun.

Nah, itulah beberapa budaya modern yang ada di Swedia. Mereka selain bisa hidup dengan mandiri dan lebih terstruktur, mereka juga sayang pada lingkungan agar bumi tetap indah nantinya.

Kemampuan Hebat Berbagai Suku Dunia

Kita semua tahu kalau setiap orang memiliki gen berbeda. Nah, inilah yang membuat setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda juga. Bahkan beberapa suku yang ada di dunia diketahui memiliki kemampuan yang berbeda dari orang lainnya.

Mereka biasanya bisa memiliki kemampuan yang sama pada 1 suku karena tinggal di tempat yang jauh dari populasi dan mengkonsumsi asupan makanan yang tidak jarang kita tidak konsumsi.

Berikut ini adalah beberapa suku di dunia yang memiliki kemampuan unik dan berbeda dari suku lainnya.

Kemampuan unik suku-suku dunia

1.Suku Kalenjin – Kenya

Jika kamu merupakan orang yang suka dengan berbagai macam olah raga, coba perhatikan para pemenang juara olimpiade lari atau para atlet larinya. Rata-rata yang memenangkan kompetisi tersebut didominasi oleh orang Kenya.

Kenapa? Ternyata itu karena kebanyakan dari mereka berasal dari suku Kalenjin, sebuah suku yang memiliki kemampuan cepat dalam berlari. Menurut penelitian yang dilakukan, itu karena suku Kalenjing memiliki kaki kecil tetapi betisnya kuat, serta mereka melakukan diet kaya pati dan konsumsi buah-buahan kaya akan serat. Bentuk badan suku pati pun ramping, ini sangat membantu mereka dalam berlari.

2. Suku Bajau – Indonesia

Di Indonesia juga terdapat banyak suku yang memiliki kemampuan unik, Suku Bajau salah satunya. Para masyarakat suku Bajau di kenal memiliki kemampuan untuk berenang dan menyelam yang sangat baik. Bahkan mereka dapat berenang sekalipun tanpa menggunakan tabung oksigen. Itu dipercaya karena tubuh mereka sudah terbiasa dan bisa beradaptasi dengan cara hidup tersebut.

Suku Bajau tinggal di daerah pesisir dan terbiasa untuk berburu ikan juga kerang. Mereka pun menggunakan peralatan tradisional untuk bisa berburu ikan dan kerang, seperti ikan dan kerang.

Biasanya masyarakat suku Bajau menyelam, mereka pun mampu menahan nafas mereka secara panjang. Kehidupan ini yang membuat mereka bisa memiliki kemampuan menahan nafas yang baik.

3. Suku Moken – Indonesia

Bukan hanya suku Bajau saja suku di Indonesia yang memiliki kemampuan menyelam yang baik, karena di Indonesia juga ada Suku Moken. Mereka pun bisa melihat dengan baik di bawah laut tanpa alat bantu seperti kaca mata renang.

Selain itu anak-anak dari suku Moken pun bisa menemukan benda-benda kecil dari bawah laut dengan baik. Kalau dibandingkan dengan masuarakat umum, penglihatan yang dimiliki oleh anak-anak di Moken dua kali lipat lebih baik.

4. Suku Tsimane – Bolivia

Suku di dunia dengan kemampuan unik terakhir yang akan kami bahas adalah Suku Tsimane yang berada di Bolivia. Penyakit jantung merupakan salah satu pembunuh paling tinggi di dunia, tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk Suku Tsimane ini. Karena para peneliti sudah menguji ratusan orang yang ada di suku Tsimane, mereka menyetakan kalau setidaknya 90% masyarakat suku Tsimane memiliki arteri yang kuat.

Ini menunjukkan kalau mereka memiliki tingkat penyakit jantung yang sangat rendah. Bahkan masyarakat Tsimane juga memiliki tekanan darah juga kolestrol rendah.

Kemudian para peneliti menghubungkan hal ini kepada pola makan atau gaya hidup dari masyarakat Tsimane yang suka mengkonsumsi karbohidrat tanpa adanya tambahan lemak atau protein. Mereka mendapatkan asupan protein hanya dari ikan yang menjadi tangkapan mereka.

Wah, suku-suku ini seakan membuktikan kalau bukan superhero saja ya yang memiliki kemampuan unik. Meski bukan kemampuan super, tapi tentunya kemampuan ini bisa membuat mereka menjadi lebih spesial dan berbeda.

Tarian Caci Caci, Kebudayaan Flores Yang Menegangkan!

Mengintip sedikit kepulauan indah daerah timur yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT), pasti dari kalian ada yang cukup penasaran dengan kebudayaan yang ada disana? Flores yang merupakan bagian dari kepulauan NTT ini memiliki pencampuran antar etnis atau budaya seperti Melayu, Portugis, Melanesia, namun kebanyakan kebudayaan disana terbawa oleh koloni Portugis. Flores memiliki berbagai macam budaya, agama dan juga genetik. Ingat para koloni Portugal yang menginspirasikan permainan judi Sbobet bola pada Indonesia? Ya, nama dari provinsi ini juga diambil dari bahasa Portugal yaitu Cabo de Flores atau jika diartikan ke bahasa Indonesia merupakan tanjung bunga.

Kebudayaan Flores

Kita tidak akan bisa membahas secara keseluruhan tentang pulau Flores, karena didalamnya memiliki berbagai logat daerah, agama, bahkan suku yang begitu unik. Namun ada 1 kebudayaan yang begitu unik dan dikenal oleh seluruh masyarakat kepulauan Flores. Kebudayaan dan kesenian yang ada di Flores adalah tarian Caci Caci. Berbeda dengan Kebudayaan Suku Baduy, Tarian Caci merupakan bentuk tarian perang sekaligus permainan rakyat Flores sejak dulu. Acara yang menampilkan sepasang pria bertarung menggunakan cambuk dan perisai ini juga dianggap sebagai ritual pada acara tertentu. Masyarakat Manggarai atau suku terbesar yang terbagi didalam Flores sangat membanggakan kebudayaan Caci ini. Diambil dari kata Ca (satu) dan Ci (ujian) yang berarti Ujian Satu lawan Satu.

Sepasang pria ini akan melakukan perang menggunakan cambuk dan perisai yang sudah disediakan. Biasanya satu lawan satu ini akan menghadirkan 2 orang lawan dari desa yang berbeda. Tarian yang dimaksudkan disini merupakan pergerakan saat keduanya berperang, gerakan maju mundur dan cambuk yang menyambar badan lawan dapat menghasilkan poin yang menentukan kemenangan. Namun bentuk penyerangan didalam Tarian Caci ini juga memiliki aturan loh. Seperti dilarangnya melawan dengan mendorong atau memojokkan pihak lain, point bagi mereka hanya akan dianggap saat cambukan berayun.

Kalian pasti menganggap ini cukup berbahaya, namun semua masyarakat Manggarai membanggakan kebudayaan ini. Ingat bahwa tarian ini dianggap sebagai ritual? Ya, biasanya tarian ini baru bisa dilakukan oleh anak laki-laki yang sudah menginjak usia dewasa. Jadi tarian Caci ini dijadikan ritual bagi anak yang baru menginjakkan usia kedewasaan dan mengharuskan anak laki-laki tersebut mengikuti Tarian Caci Caci. Bagian tubuh yang terkena cambukan pun dibatasi seperti pada bagian punggung tangan dan kaki, sedangkan kepala akan sangat dilindungi dengan menggunakan topeng berupa topi khas Flores. Tarian Caci ini baru dianggap berakhir apabila sudah dilakukan 4 ronde untuk setiap pemain yang mendaftarkan diri mengikuti kebudayaan serta kesenian ini.

Kenali Keunikan dari Budaya Suku Baduy, Yuk!

Siapa yang mengenal suku Baduy? Salah satu suku dengan etnis Sunda pada wilayah Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Meski dikenal dengan nama Suku Baduy, tapi nyatanya mereka kurang suka dengan sebutan itu dan memilih untuk dipanggil dengan nama Urang Kanekes.

Wilayah suku Baduy di bagi menjadi 2 bagian, yaitu Baduy luar dan Baduy dalam. Yang membedakan mereka adalah penggunaan dari pengikat kepala juga warna baju yang masyarakatnya kenakan.

Untuk Baduy dalam, mereka lebih mempertahankan adat istiadat yang ada pada diri mereka. Mereka pun tidak menggunakan teknologi serta masih sangat berpegang teguh pada aturan serta adat istiadat yang berlaku.

Lalu sebaliknya, masuarakat yang ada di di Baduy Luar jauh lebih maju, karena mereka menerima paparan kehidupan modern. Selain itu mereka pun bisa bekerja di kota.

Para masyarakat suku Baduy menggunakan bahasa Sunda Banten. Tetapi karena banyaknya para wisatawan yang datang ke wilayah mereka, tidak jarang ditemukan orang Suku Baduy yang menggunakan bahasa Indonesia, bahkan ada juga yang berbahasa Inggris.

Mereka bisa menggunakan kedua bahasa ini karena mempelajarinya secara otodidak dengan mendengarkan percakapan dari para wisatawan yang berkunjung ke tempat mereka.

Itu karena Masyarakat suku Baduy tidak mengenyam pendidikan seperti masyarakat lainnya, tetapi karena banyak wisatawan yang berkunjung, ini menjadi mempengaruhi pada pendidikan mereka.

Para masyarakat Baduy Luar mereka sudah mulai menyekolahkan anak-anak mereka di SD negeri setempat. Namun, ada juga yang masih belajar bersama dengan ambu atau ibu. Meski yang dipelajari bersama dengan Ambu masih sebatas membaca dan angka, setidaknya mereka biki bisa mulai belajar dari para wisatawan yang datang.

Ada kepercayaan yang dipegang oleh para masyarakat suku Baduy, yaitu Sunda Wiwitan. Ini adalah sebuah kepercayaan terhadap nenek moyang. Tetapi kepercayaan mereka ini kini sudah mulai terpengaruh dengan agama, seperti Hindu, Budha, juga Islam.

Lalu, apa sih mata pencaharian dari masyarakat Suku Baduy? Biasanya mereka berladang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu banyak rumah-rumah yang memanfaatkan masyarakat yang datang dengan menjual makanan dan minuman untuk kebutuhan wisatawan.

Selain itu banyak juga yang menjual pernak-pernik khas Baduy yang menarik untuk para wisatawan, misalnya kain tenun, gula, masu, gelang, gantungan kunci, dan banyak lainnya.

Tak jarang mereka pergi ke Kota untuk menjual hasil kerja mereka. Bahkan para anak-anak yang ada di Baduy kini mulai diajari berjualan, mereka pun terkadang mengikuti para wisatawan sambil menjajakan minuman.

Tentunya ini sangat membuat terjadinya perubahan, khususnya untuk suku Baduy Luar. Mereka pun mulai untuk menggunakan kosmetik, alas kaki, sampai menggunakan obat-obatan.

Selain itu para suku Baduy luar mulai mengizinkan anak-anak mereka untuk bermain dengan mainan yang modern. Meski masih mandi di sungai dengan air yang mengalir, mereka sudah menggunakan peralatan mandi yang modern.

Salah satu Suku Baduy yang sangat terdampak dengan era Modernisasi ada di desan Gazebo, di sana banyak beberapa rumah yang memiliki senter dan lampu emergengy. Mereka sengaja menyediakannya untuk para wisatawan yang berkunjung ke desa mereka.

Jadi jangan heran jika berkunjung ke desa Baduy luar, di mana mereka sudah menggunakan pakaian biasa seperti T-Shirt modern. Bahkan mereka kini sudah tidak lagi menggunakan ikat kepala, sudah gunakan tas yang modern, jadi mereka kini mirip dengan masyarakat kota pada umumnya.

Tradisi Pemakaman Minahasa Waruga

Tradisi Pemakaman Minahasa Waruga

Waruga tidak lain adalah sebueh bentuk dari kuburan kuno orang Minahasa yang terbuat dari dua batu berbentuk segitiga serta kotak. Keberadaan cara pemakaman ini juga memberitahukan tentang kebudayaan dari Minahasa pada masa lampau pada masa itu.

Pada awalnya, waruga ini hanya dipakai sebagai penguburan dan pelaksanaan ritual kematian dalam kepercayaan pelambang seni masyarakat di Minahasa. Seperti pada masa kini, waruga dijadikan sebagai objek wisata serta pendidikan dan juga kebudayaan paling populer di Sulawesi Utara.

Waruga Tempat Pemakaman Orang Minahasa

Tradisi Pemakaman Minahasa Waruga

Sulawesi juga mempunyai tradisi unik dari suatu seni yakni pemakaman nya yakni Waruga. Konon katanya tradisi ini sudah digunakan dari jaman masehi namun lambat laun kegiatan ini sudah hilang keberadaan  nya. Tradisi pemakaman ini memiliki cara yakni jenazahnya dimasukin ke dalam batu besar dan itulah yang kita sebut dengan sebutan Waruga.

Waruga memiliki dua arti yaitu waru (rumah) dan ruga (makna badan). Jika kita artikan bersama sama itu adalah suatu tempat atau badan yang dimana roh tersebut telah kembali kepada Sang Pencipta.

Waruga juga memiliki arti di setiap ornamen ornamen yang beragam yaitu manusia, tanaman, hewan dan bentuk geometri. Beberapa motif berupa manusia diukir dengan berbagai peristiwa kehidupannya, seperti melahirkan, menari dan berpakaian.

Motif tanaman menghadirkan suatu gambaran dari buah-buahan, pepohonan, dedaunan dan bunga matahari nya. Motif hewan itu sendiri juga memiliki arti yang juga menampilkan ukiran berbentuk ular, anjing dan anoa. Sedangkan motif geometri menampilkan bentuk tumpal, pilinan ganda dan meander

Bentuk Apresiasi Masyarakat Terhadap Waruga

Salah satu bentuk apresiasi masyarakat Sulawesi Utara adalah dengan menjaga serta merawat Waruga itu sendiri. Dan tidak tanggung tanggung, ada seorang bandar judi online terbesar di Indonesia juga menyumbangkan dana nya terhadap situs pariwisata tersebut. Selain menjadi tempat untuk bermain judi online, beliau juga turun langsung terhadap bantuan berupa alat agar Waruga itu tetap awet dan tidak punah keberadaan nya. Sebagai salah satu kepala bagian keuangan disana, bapak tersebut juga menjadi salah satu situs judi online resmi yang memang dikenal dengan rasa dermawan nya.